Konsep pemrograman terstruktur
Sebagai artikel pertama pada blog ini ada baiknya kalau kita mengawali pembahasan pemrograman terstruktur dan kemudian mulai membahas implementasinya kedalam bahasa pemrograman C++ dengan membahas mengenai sejarah awal dan pengenalan konsep pemrograman terstruktur itu sendiri. Kemudian akan lanjut dalam implementasi kedalam bahsa pemrograman C++.Konsep Pemrograman Terstruktur.
konsep pemrograman terstruktur
Pemrograman adalah sebuah proses membuat, merancang, menyusun sebuah program komputer. Terstruktur dapat berarti terpola, sistematis atau bentuk yang mengikuti aturan tertentu. Sebelum kita membahas apa itu pemrograman terstrukrur mari kita jelajahi latar belakang lahirnya konsep pemrograman terstruktur ini.
Orang pertama yang mencetuskan ide pemrograman terstruktur adalah professor Edger W. Dijkstra dari University Of Eidnhoven, Nederland. Ide utamanya adalah bahwa statement Go to sebaiknya tidak digunakan didalam pemrograman sebab dapat membuat program menjadi ruwet.
Ide ini ditanggapi oleh HD Milis yang beranggapan bahwa pemrograman terstruktur semestinya tidak hanya dihubungkan dengan tanpa penggunaan Go to, tetapi yang lebih utama adalah struktur program itulah yang menentukan apakah suatu pemrograman terstruktur atau tidak. Ide pemrograman terstruktur muncul karena jumlah baris program semakin lama semakin besar, tentu saja hal ini terjadi karena diinginkan aplikasi yang lengkap dan lebih berkualitas.
Dengan ide pemrograman terstruktur adalah agar program besar menjadi lebih muda ditelu suri alur logikanya, mudah untuk dimodifikasi (dikembangkan) dan mudah pula untuk ditemukan bagian yang salah ketika program sedang diuji.
Istilah pemrograman terstruktur (structured programming) mengacu dari suatu kumpulan teknik yang dikemukakan oleh Edger Djikstra. Dengan teknik ini akan meningkatkan produktifitas programmer dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam penulisan (write), pengujian (test), penelusuran kesalahan (debug) dan pemeliharaan (maintenance) suatu program.
Jadi pemrograman terstruktur merupakan suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah penyelesaian suatu masalah dalam bentuk program dan merupakan suatu aktifitas pemrograman yang dilakukan dengan memperhatikan setiap urutan dari setiap langkah perintah yang dikerjakan secara sistematis, logis dan tersusun berdasarkan algoritma yang sederhana dan dapat dengan mudah dipahami.
Prinsip dari pemrograman terstruktur adalah jika proses telah sampai pada suatu titik ataupun langkah tertentu, maka proses selanjutnya tidak boleh mengeksekusi langkah sebelumnya ataupun kembali kebaris sebelumnya, kecuali pada langkah – langkah untuk proses pengulangan atau berulang (loop).
Ide awal penerapan pemrograman terstruktur yaitu dengan menghindari penggunaan Go to untuk melompat kebagian program tertentu. Kegunaan Go to untuk melompat ke baris program tertentu, secara umum dapat dibagi kedalam 2 kelompok :
- Melompat kebagian bawah program dari posisi program saat ini.
- Melompat kebagian atas program dari posisi program saat ini.
Dengan pemrograman terstruktur, jika ada kebutuhan melompat kebagian bawah, dapat digantikan dengan perintah selection (if, case, select, switch, ….). jika ada kebutuhan melompat kebagian atas dapat digantikan dengan perintah looping (for, while, repeat – until, …).
Untuk itu dalam pemrograman terstruktur hanya dikenal 3 struktur :
- Sekuensial, yaitu program tidak memiliki lompatan, baris program dijalankan secara normal (lurus) satu per satu dari atas ke bawah.
- Selection, yaitu program yang memiliki pilihan apakah harus menjalankan baris program sesuai dengan urutannya atau melompati sejumlah baris program tersebut.
- Looping, yaitu program yang juga mengandung pilihan apakah akan mengulangi program yang sudah pernah dijalankan sebelumnya atau tidak.
